Buku ini menyajikan kajian komprehensif tentang kekayaan seni pertunjukan yang berkembang di Sulawesi Selatan, sebuah wilayah yang dikenal dengan keragaman etnis dan budaya yang dinamis. Penulis mengupas secara mendalam bagaimana tari, musik, dan ritual tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, melainkan juga sebagai cerminan identitas, sistem kepercayaan, dan struktur sosial masyarakat setempat. Dengan pendekatan lintasan budaya, buku ini menelusuri jejak sejarah dan akar tradisi seni pertunjukan, mulai dari pengaruh masa pra-Islam, era kerajaan-kerajaan besar seperti Gowa dan Bone, hingga masuknya nilai-nilai baru di era modern, sehingga pembaca diajak memahami bagaimana seni tradisi ini terus beradaptasi tanpa kehilangan esensinya.
Lebih jauh, buku ini mengulas secara detail berbagai bentuk seni pertunjukan ikonik, seperti tari Pakarena yang anggun dari Gowa, tari Paduppa sebagai simbol penyambutan, serta musik perkusi seperti Ganrang yang mengiringi setiap upacara adat dan ritual. Penulis juga mengupas hubungan erat antara seni pertunjukan dengan siklus kehidupan masyarakat, seperti ritual pertanian, upacara kematian (Rambu Solo’), dan prosesi penyambutan tamu kehormatan. Melalui deskripsi yang kaya, pembaca diperkenalkan pada makna simbolis di balik setiap gerakan tari, lantunan musik, dan sesaji ritual, yang kesemuanya merupakan manifestasi dari nilai-nilai filosofis seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling memuliakan), dan sipakainga (saling mengingatkan).
Pada bagian akhir, buku ini tidak hanya mendokumentasikan warisan budaya, tetapi juga melakukan refleksi kritis terhadap tantangan dan peluang pelestarian seni pertunjukan tradisional Sulawesi Selatan di tengah arus globalisasi. Penulis mengidentifikasi berbagai upaya revitalisasi yang dilakukan oleh seniman, budayawan, dan pemerintah daerah, serta membahas proses kreatif dalam mengadaptasi elemen tradisional ke dalam bentuk kontemporer tanpa menghilangkan nilai-nilai aslinya. Dengan demikian, buku ini menjadi sumber rujukan penting bagi akademisi, seniman, dan masyarakat umum yang ingin menggali, memahami, serta ikut serta dalam upaya melestarikan kekayaan seni budaya Sulawesi Selatan sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.

  • Rp80000

  • Categories: Uncategorized

    Written by: Muh.Fadhil Khairi, Nurfauziah Adelya, Muhammad Arfan Akbar, Junnah Hanun, Tri Julianto Azhari Wibowo, Editor: Soekarno Buchary Pasyah, S. Pd., M. Sn.

    Publisher: Tohar Media, Jumlah Halaman 132

    Year: 2026 (Isbn Sementara dalam Proses Ajuan)

Description

Buku ini menyajikan kajian komprehensif tentang kekayaan seni pertunjukan yang berkembang di Sulawesi Selatan, sebuah wilayah yang dikenal dengan keragaman etnis dan budaya yang dinamis. Penulis mengupas secara mendalam bagaimana tari, musik, dan ritual tidak hanya berfungsi sebagai hiburan semata, melainkan juga sebagai cerminan identitas, sistem kepercayaan, dan struktur sosial masyarakat setempat. Dengan pendekatan lintasan budaya, buku ini menelusuri jejak sejarah dan akar tradisi seni pertunjukan, mulai dari pengaruh masa pra-Islam, era kerajaan-kerajaan besar seperti Gowa dan Bone, hingga masuknya nilai-nilai baru di era modern, sehingga pembaca diajak memahami bagaimana seni tradisi ini terus beradaptasi tanpa kehilangan esensinya.
Lebih jauh, buku ini mengulas secara detail berbagai bentuk seni pertunjukan ikonik, seperti tari Pakarena yang anggun dari Gowa, tari Paduppa sebagai simbol penyambutan, serta musik perkusi seperti Ganrang yang mengiringi setiap upacara adat dan ritual. Penulis juga mengupas hubungan erat antara seni pertunjukan dengan siklus kehidupan masyarakat, seperti ritual pertanian, upacara kematian (Rambu Solo’), dan prosesi penyambutan tamu kehormatan. Melalui deskripsi yang kaya, pembaca diperkenalkan pada makna simbolis di balik setiap gerakan tari, lantunan musik, dan sesaji ritual, yang kesemuanya merupakan manifestasi dari nilai-nilai filosofis seperti sipakatau (saling memanusiakan), sipakalebbi (saling memuliakan), dan sipakainga (saling mengingatkan).
Pada bagian akhir, buku ini tidak hanya mendokumentasikan warisan budaya, tetapi juga melakukan refleksi kritis terhadap tantangan dan peluang pelestarian seni pertunjukan tradisional Sulawesi Selatan di tengah arus globalisasi. Penulis mengidentifikasi berbagai upaya revitalisasi yang dilakukan oleh seniman, budayawan, dan pemerintah daerah, serta membahas proses kreatif dalam mengadaptasi elemen tradisional ke dalam bentuk kontemporer tanpa menghilangkan nilai-nilai aslinya. Dengan demikian, buku ini menjadi sumber rujukan penting bagi akademisi, seniman, dan masyarakat umum yang ingin menggali, memahami, serta ikut serta dalam upaya melestarikan kekayaan seni budaya Sulawesi Selatan sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas bangsa Indonesia.

Reviews

There are no reviews yet.

Only logged in customers who have purchased this product may leave a review.